Rabu, 08 April 2015

MITOS
Sebuah legenda Hindu kuno ada yang menceritakan asal-usul pagoda. Pangeran Hiranyakasipu menolak untuk menyembah dewa Wisnu. Putra sang pangeran, Prahlada, yang mencintai Wisnu mengkritik kurangnya iman ayahnya. Hiranyakasipu membuang Prahlada tapi kemudian memanggilnya pulang kembali ke rumah. Ayah dan anak kembali mulai berdebat tentang Wisnu. Ketika Prahlada menyatakan bahwa Wisnu hadir di mana-mana, termasuk di dinding rumah mereka, ayahnya menendang sebuah pilar. Wisnu pun muncul dari pilar dalam bentuk seorang pria dengan kepala singa, dan membunuh Hiranyakasipu. Prahlada akhirnya menjadi raja, dan memiliki seorang putra bernama Bali. Bali mendirikan Mahabalipuram di situs ini.

Bukti kuno yang tidak jelas

Rathas Nakula & Sadewa, th 1914, bagian dari komplek 7 Pagoda

Asal candi telah dikaburkan oleh waktu, dan kurangnya catatan sejarah tertulis. D. R. Fyson, orang inggris yang menetap di Madras (sekarang Chennai), menulis sebuah buku singkat tentang kota ini berjudul ‘Mahabalipuram or Seven Pagodas’, yang dimaksudkan sebagai souvenir panduan untuk wisatawan Eropa. Di dalamnya, ia menyatakan bahwa Raja dinasti Pallava, Narasimharavarman I lah yang mulai membangun dan sekaligus memperbesar Mahabalipuram, sekitar 630 M. Saat itu belum ada bukti arkeologi yang menunjukkan apakah kota yang dibangun oleh Narasimharavarman I ini adalah yang pertama yang dihuni di lokasi ini.
Sekitar 30 tahun sebelum berdirinya kota Narasimharavarman I, Raja dari dinasti yang sama, Mahendravarman memulai serangkaian pembangunan “kuil gua” yang diukir dilereng bukit berbatu. Bertentangan dengan namanya, kebanyakan kuil gua ini bukan gua alami. Mahendravarman I dan Narasimharavarman I juga memerintahkan pembangunan kuil/candi yang berdiri bebas, yang disebut Rathas dalam bahasa daerah, Tamil. Sembilan Rathas saat itu berdiri di lokasi itu. Pembangunan kedua jenis candi di Mahabalipuram tampaknya berakhir sekitar 640 M. Fyson menyatakan bahwa bukti arkeologis mendukung klaim bahwa sebuah biara (vihara) ada di Mahabalipuram kuno. Ide biara diadopsi dari praktek penduduk Buddhis masa lalu di kawasan itu. Fyson menunjukkan bahwa tempat para biarawan mungkin telah dibagi antara sejumlah Rathas kota. Pengaruh Buddha juga tampak dalam bentuk pagoda tradisional dari Candi/Kuil Shore dan arsitektur lainnya yang masih tersisa.
Fyson mengkhususkan halaman terakhir dari buku tipisnya, untuk mitos yang sebenarnya dari tujuh pagoda. Dia menceritakan mitos lokal mengenai pagoda, bahwa Dewa Indra menjadi cemburu dengan kota duniawi yang megah ini dan kemudian menenggelamkannya selama badai besar, dan hanya menyisakan Shore Temple di atas air. Dia juga menceritakan pernyataan dari orang-orang Tamil setempat bahwa setidaknya beberapa dari candi lainnya dapat dilihat “berkilauan di bawah gelombang” dari perahu nelayan. Apakah enam pagoda yang hilang itu benar-benar ada atau tidak, tampaknya tidak menjadi perhatian utama Fyson. Namun, enam candi yang hilang terus memikat penduduk setempat, para arkeolog, dan para pecinta mitos.

Penjelajah (penjajah) Eropa
Sejarawan India N. S. Ramaswami menyebut Marco Polo sebagai salah satu orang Eropa yang pertama mengunjungi Mahabalipuram. Marco Polo meninggalkan beberapa rincian kunjungannya tetapi tidak menandainya pada Peta Catalan nya tahun 1275.
Banyak orang Eropa yang berkunjung kemudian, menceritakan kisah Tujuh Pagoda. Yang pertama menuliskannya adalah John Goldingham, seorang astronom Inggris yang tinggal di Madras di akhir abad 18 dan awal abad 19. Dia menulis akun kunjungannya dan legenda pada tahun 1798, yang kemudian dikumpulkan oleh Mark William Carr dalam bukunya yang diterbitkan tahun 1869 berjudul “Makalah Deskriptif dan Sejarah yang Berkaitan dengan Tujuh Pagoda di Coromandel Coast”. Dalam bukunya Goldingham menjelaskan semua seni, patung, dan prasasti yang ditemukan di seluruh situs arkeologi di Mahabalipuram. Dia menyalin banyak prasasti dengan tangan dan memasukkannya dalam esainya.

Pada tahun 1914, penulis inggris, J.W. Coombes mempercayai legenda pagoda setempat. Menurut dia, pagoda pernah berdiri di tepi pantai, dan kubah tembaga mereka merefleksikan sinar matahari dan menjadi tengara bahari. Dia menyatakan bahwa saat itu tidak diketahui dengan pasti, berapa banyak pagoda pernah ada. Ia percaya bahwa jumlahnya mungkin hampir tujuh.
Uniknya, sejarawan india, N.S. Ramaswami menuduh bahwa mitos tujuh pagoda yang dipercaya oleh orang eropa itu adalah dampak/akibat salah tafsir orang eropa terhadapi Syair seorang penyair eropa, Robert Southey, yang berjudul “The Curse of Kehama”, diterbitkan pada tahun 1810. Dalam puisinya, Southey jelas menyatakan bahwa lebih dari satu Pagoda terlihat. Tapi menurut Ramaswami, itu merujuk pada kota lain, bukan Mahabalipuram. Southey menceritakan kisah-kisah romantis dari banyak budaya di seluruh dunia, termasuk India, Roma, Portugal, Paraguay, dan suku-suku asli Amerika, yang semuanya didasarkan pada akun perjalanan orang lain, dan imajinasinya sendiri. Menurut Ramaswami “Kutukan Kehama” jelas mempengaruhi pemikiran orang eropa.
Ramaswami juga mengatakan bahwa penjelajah Eropa tidak sepenuhnya negatif. Dia mencatat bahwa, sebelum orang Eropa mulai mengunjungi India Selatan, banyak monumen kecil di Mahabalipuram yang sebagian atau seluruhnya ditutupi oleh pasir. Para penjajah dan keluarga mereka memainkan peran penting dalam mengungkap situs arkeologi di waktu luang mereka. Setelah para Arkeolog Inggris saat itu menyadari tingkat dan keindahan situs, menjelang akhir abad ke-18, mereka menunjuk antiquarians berpengalaman seperti Colin Mackenzie untuk memimpin penggalian.

Shore temple sekitar tahun 1914

Sebelum akhir 2004, semua bukti tentang keberadaan Tujuh Pagoda sebagian besar adalah anekdot. Keberadaan Shore Temple, candi yang lebih kecil dan Rathas hanya membuktikan bahwa daerah tersebut memiliki makna keagamaan yang kuat, tetapi ada sebuah bukti baru yaitu sebuah lukisan dari era Pallava yang menggambarkan sebuah komplek candi. Ramaswami bahkan menulis secara eksplisit dibukunya tahun 1993 yang berjudul “Candi-Candi di India Selatan”, bahwa “Tidak ada kota yang tenggelam di Mamallapuram. Julukan yang diberikan oleh orang Eropa , ‘The Seven Pagodas’ adalah irasional dan tidak dapat dipertanggungjawabkan”.
Namun kemudian pada tahun 2002 para ilmuwan memutuskan untuk menjelajahi daerah lepas pantai Mahabalipuram, dimana banyak nelayan Tamil modern yang mengaku telah melihat sekilas reruntuhan di dasar laut. Proyek ini merupakan upaya bersama antara National Institute of Oceanography (NIO, India) dan Scientific Exploration Society, (Vora, Inggris). Kedua tim menemukan sisa-sisa dinding di kedalaman 5 sampai 8 meter, dan 500 sampai 700 meter dari pantai. Tata letak dinding tersebut mengisaratkan bahwa mereka adalah dinding beberapa kuil. Para Arkeolog juga mengatakan bahwa dinding tersebut bertanggal kembali ke era Pallava, kira-kira saat Mahendravarman I dan Narasimharavarman I memerintah wilayah tersebut. Para ilmuwan juga menambahkan bahwa situs bawah air mungkin mengandung struktur tambahan dan artefak , dan layak untuk dieksplorasi lebih lanjut di masa depan.

Sesaat sebelum tsunami
Sesaat sebelum tsunami 26 desember 2004 melanda Samudera Hindia, termasuk Teluk Benggala, air laut di lepas pantai Mahabalipuram surut sekitar 500 meter. Banyak turis dan warga setempat yang menyaksikan peristiwa surutnya air laut ini melihat, barisan batu-batu besar yang panjang muncul dari air. Setelah sunami datang, batu-batu ini tertutup kembali oleh air. Namun, sedimen yang berabad abad telah menutupinya kini telah pergi. Tsunami juga membuat beberapa perubahan garis pantai, yang menyebabkan beberapa patung dan struktur kecil yang sebelumnya terendam air, ditemukan di pantai.

Candi yang terendam di Mahabalipuram

Setelah tsunami
Kesaksian para saksi yang melihat semacam bangunan sesaat sebelum sunami, kembali mendorong ketertarikan kalangan ilmiah terhadap situs ini. Mungkin temuan arkeologi paling terkenal setelah tsunami adalah patung batu singa besar, yang muncul di pantai karena perubahan garis pantai Mahabalipuram yang disebabkan oleh sunami. Patung singa ini ternyata berasal dari abad ke -7. Penduduk setempat dan wisatawan telah berbondong-bondong untuk melihat patung ini tak lama setelah tsunami.

Patung Singa

Pada April 2005, Survei Arkeologi India (ASI) dan Angkatan Laut India mulai mencari di perairan lepas pantai Mahabalipuram dengan perahu, menggunakan teknologi sonar (Das). Mereka menemukan bahwa deretan batu-batu besar yang telah dilihat orang sesaat sebelum tsunami adalah bagian dari dinding setinggi 6 kaki dan panjangnya 70 meter. ASI dan Angkatan Laut juga menemukan sisa-sisa dua candi terendam lain dan satu kuil gua dalam jarak 500 meter dari pantai. Meskipun temuan ini tidak/belum begitu sesuai dengan mitos tujuh pagoda, setidaknya mereka menunjukkan bahwa sebuah kompleks besar kuil berada di Mahabalipuram. Ini membuat mitos yang selama ini beredar menjadi lebih dekat dengan realitas – dan ada kemungkinan lebih banyak penemuan yang menunggu untuk ditemukan.

Arkeolog ASI, Alok Tripathi mengatakan kepada The Times of India pada wawancara Februari 2005, bahwa eksplorasi sonar telah memetakan dinding dalam dan luar dari dua candi yang terendam. Dia menjelaskan bahwa timnya belum bisa menunjukkan fungsi bangunan ini. A.K. Sharma dari Angkatan Laut India juga mengatakan kepada The Times of India bahwa tata letak struktur yang terendam ini terkait dengan Shore Temple dan struktur yang tidak terendam lainnya, dan juga cocok dengan lukisan era Pallava tentang komplek Tujuh Pagoda.

Ekskavasi situs di pantai Mahabalipuram, India.


Para peneliti menyelidiki sebuah artefak kuno yang diungkap oleh tsunami di pantai Mahabalipuram, 45 km sebelah selatan Madras, India, 17 Feb 2005

Arkeolog T. Satyamurthy dari ASI juga menyebutkan pentingnya temuan sebuah prasasti yang muncul di pantai setelah tsunami. Prasasti tersebut menyatakan bahwa Raja Krishna III telah membayar para penjaga api abadi di sebuah kuil tertentu. Para arkeolog mulai menggali di sekitar prasati tersebut ditemukan, dan dengan cepat menemukan struktur candi Pallava lain. Mereka juga menemukan banyak koin dan item yang digunakan dalam upacara keagamaan Hindu kuno. Saat penggalian candi era Pallava ini, para arkeolog juga menemukan fondasi era Tamil Sangam, berusia sekitar 2000 tahun. Kebanyakan arkeolog yang bekerja di situs percaya bahwa tsunami pernah melanda daerah ini kira-kira antara periode Tamil Sangam dan Pallava, menghancurkan kuil tua.
ASI secara tidak sengaja juga menemukan struktur yang jauh lebih tua di situs. Sebuah struktur bata kecil, yang sebelumnya tertutup oleh pasir, muncul di pantai setelah tsunami. Para arkeolog meneliti struktur itu, dan diketahui struktur itu berasal dari periode Tamil Sangam. Meskipun struktur ini tidak cocok dengan legenda tradisional, namun ini menambahkan intrik dan kemungkinan sejarah yang belum tereksplorasi di situs.
Pendapat di kalangan arkeolog saat ini adalah bahwa tsunami lain pernah menghancurkan kuil Pallava di abad ke-13. Ilmuwan ASI, G. Thirumoorthy mengatakan kepada BBC bahwa bukti fisik dari tsunami abad ke-13 dapat ditemukan di hampir sepanjang East Coast India.

Subrahmanya temple, salah satu candi yang terungkap oleh sunami 2004. Dipercaya sebagai salah satu dari 7 Pagoda



Bayangkan tinggal di kota terkaya di zaman kuno. Sumber daya yang berlimpah dan kehidupan yang sangat megah. Setiap kemudahan dan kemewahan mengelilingi Anda, kenyamanan ada di mana-mana, dan tidak seperti di kota-kota lain selama zaman ini..
Begitulah hidup bagi mereka yang tinggal di Pompeii, Italia pada akhir 70 Masehi. Bahkan Ada pornografi kuno serta hiburan berupa rumah bordil yang menyediakan setiap jenis selera seksual, seperti yang dikutip dari Alam Mengembang jadi Guru.
Mereka yang bangun, dan memulai hari mereka, kemudian duduk untuk makan siang pada tanggal 24 Agustus, 79 AD tidak tahu bahwa Gunung Vesuvius akan memulai suatu tirani letusan gunung berapi yang tidak akan berhenti selama 24 jam. Letusan ini tidak menyisakan seorangpun dari mereka yang tinggal di Pompeii, dan juga tidak menyisakan mereka yang tinggal di kota-kota kecil terdekat seperti Herculaneum dan Oplontis. Aliran lava dan awan Pyroklastik yang sangat panas berlari menuruni gunung dengan kecepatan 100 mph, mengubur semua orang di jalan-jalan dan rumah mereka, bahkan sebelum mereka bisa bereaksi, apalagi melarikan diri.
Malapetaka itu terjadi dalam waktu yang sangat mendadak sehingga menimpa segala sesuatu yang ada di kota termasuk segala aktifitas sehari-hari yang tengah berlangsung. Aktifitas yang dilakukan penduduk dan segala peninggalan yang ada ketika bencana terjadi kini masih tertinggal persis sama seperti ketika bencana tersebut terjadi dua ribu tahun yang lalu, seolah-olah waktu tidak bergeser dari tempatnya.
Wajah wajah Ketakutan, putus asa dan apa pun yang mereka lakukan pada saat itu secara sempurna diawetkan dalam abu dan lava yang mengeras. Hal ini menguntungkan para arkeolog karena mereka dapat melihat hampir secara sempurna pula sejarah budaya kuno ini – jendela ke dalam kehidupan orang-orang yang hidup pada waktu itu.
Perhatikan bagaimana tubuh tubuh abu mereka menggambarkan usaha mereka yang berupaya mati-matian untuk menutup mulut mereka, melindungi anak-anak mereka yang belum lahir, atau mencoba untuk menjaga diri dari serangan puing-puing dan batuan vulkanik.
Para Dokter diketahui dari alat bedah yang mereka genggam, “dominas”, atau wanita kaya, terlihat pada perhiasan mahal dan pusaka yang mereka pakai, sedangkan budak ditemukan dengan cincin besi di sekitar pergelangan kaki mereka. Item seperti ini memberi wawasan berharga bagi arkeolog untuk menentukan milik siapakah tubuh tubuh yang pernah hidup tersebut, dan sebagai apakah mereka ketika masih hidup.
Kota Pompei adalah kawasan elit bagi orang orang Romawi yang kaya dan cukup beruntung sehingga mampu membeli kehidupan pantai yang mewah. Namun, dalam beberapa jam, kota yang indah ini terkubur di bawah massa abu vulkanik massa dan batuan.
Pompeii memiliki kanal kanal air yang tak pernah terdengar dalam periode sejarah masa itu, yang menyalurkan air ke 25 air mancur kota. Kota ini juga memiliki amfiteater, dan setidaknya empat pemandian umum, banyak perumahan perumahan pribadi yang mewah, dan berbagai bisnis yang melayani selera selera aneh dari orang orang kaya yang tinggal di sana.
Banyak Jalan-jalan di kota Pompeii mirip dengan jalan jalan di banyak kota besar yang ada saat ini. Ada jalan, jalan raya dan lalu lintas ramai dari orang orang yang datang dan pergi sepanjang waktu. Sedangkan Kehidupan malam di kota pompei tidak ada tandingannya.
Orang-orang dari Pompeii tampaknya telah menyembah dewa falus. Banyak benda di Pompeii memiliki beberapa simbolisme erotis atau karya seni yang ditujukan padanya. Berikut tanda di luar sebuah toko roti Pompeii.
Tanda toko roti di atas berbunyi “Felicitas habitat HIC”, yang berarti “Di sini kehidupan kebahagiaan” atau “Ini kehidupan keberuntungan”. Nasib baik diyakini berada di mana saja dewa phallic disembah dan digambarkan.
Di Pompei, pekerja seks di rumah-rumah pelacuran dibuat tiga kali lebih banyak dari jumlah rata-rata pekerja di kota itu. Sehingga tindakan jual beli seksual sangat murah bagi siapa saja di kota ini – berbeda dengan semua kota-kota Eropa lainnya saat itu. Prasasti di atas rumah-rumah bordil, yang cukup besar dan lapang, terlalu mencolok sehingga Anak-anak tidak terlindungi dari pornografi dan patung patung porno sang dewa phalluses.
Setidaknya 20.000 orang menghuni Pompeii. Titik tertinggi pertumbuhan ekonomi, aktivitas dan populasi diwujudkan pada saat bencana itu terjadi. Dekat tepi kota, banyak orang tinggal di vila-vila atau kelompok kecil dari rumah perahu (seperti komunitas palatial gated) mirip dengan yang di Venesia.
Mereka yang tinggal di Pompeii diperkirakan tidak mengetahui tanda tanda akan terjadinya letusan gunung dan aktivitas vulkanis lainnya. Rumah-rumah penduduk tampaknya terganggu dengan gangguan gangguan Alam ini. Inilah sebabnya mayoritas orang tidak melarikan diri atau mencari perlindungan. Mereka pikir, hari itu akan menjadi hari seperti hari-hari lainnya.
Diketahui bahwa pada tahun 62 M, sebuah gempa bumi yang cukup besar hampir meratakan seluruh kota ini dengan tanah. Namun, sebagian kota ini dibangun kembali. Bayangkan betapa besar nya kota ini sebelum terjadinya gempa bumi tersebut!
Salah satu konsern utama mereka yang tinggal di kota itu adalah melestarikan kesayangan mereka (dan terkenal!) yaitu Seni. Para ilmuwan mampu memulihkan banyak potongan-potongan yang telah dikembalikan setelah gempa atau berasal dari periode waktu sebelum letusan mematikan.
Rekonstruksi kota ini setelah gempa besar terhambat oleh gempa bumi gempa bumi kecil yang datang lebih banyak dan lebih sering. Saat ini, kita akan memahami ini sebagai pertanda untuk letusan gunung berapi yang mengerikan. Mereka tidak menyadari hal ini pada waktu itu.
Ironisnya, letusan terjadi setelah perayaan festival dewa api, Vulcanalia. Para ilmuwan percaya bahwa penyebab utama kematian bagi mereka di Pompeii dan daerah sekitarnya adalah panas dan sesak napas akibat abu. Diperkirakan suhu di sepanjang,setidaknya 10 kilometer di sekitar Gunung Vesuvius adalah 250 ° C. Bahkan meskipun orang berada di rumah mereka atau di sebuah bangunan, tidak akan pernah ada cara bagi mereka bisa selamat dari panas yang luar biasa tinggi. Lebih buruk lagi, orang-orang banyak yang terkubur di bawah dua belas lapisan tanah, hingga 82 kaki tebalnya, dan setelah itu diguyur hujan hujan deras untuk setidaknya enam jam.
Lava gunung Vesuvius menghapuskan keseluruhan kota tersebut dari peta bumi dalam waktu relatif singkat. Yang paling menarik dari peristiwa ini adalah tak seorang pun mampu meloloskan diri dari keganasan letusan Vesuvius. Hampir bisa dipastikan bahwa para penduduk yang ada di kota tersebut tidak mengetahui terjadinya bencana yang sangat singkat tersebut. Jasad dari satu keluarga yang sedang asyik menyantap makanan terawetkan pada detik tersebut. Banyak sekali pasangan-pasangan yang tubuhnya terawetkan berada pada posisi sedang melakukan persetubuhan. Yang paling mengagetkan adalah terdapat sejumlah pasangan yang berkelamin sama, dengan kata lain mereka melakukan hubungan seks sesama jenis (homoseks). Ada pula pasangan-pasangan pria dan wanita yang masih ABG. Hasil penggalian fosil juga menemukan sejumlah mayat yang terawetkan dengan raut muka yang masih utuh. Secara umum, raut-raut muka mereka menunjukkan ekspresi keterkejutan, seolah bencana yang terjadi datang secara tiba-tiba dalam sekejab.
Penggalian Pompeii sekitar pergantian abad ke-20 menemukan banyak gambar erotis dan gambar penis dengan ukuran oversize dimana mana, bahkan pada item rumah tangga. Penemuan ini sangat mengganggu bagi mereka yang menemukan barang-barang ini dan temuan ini ada yang dihancurkan, dikubur kembali atau terkunci di Museum Nasional Naples, Italia selama lebih dari 100 tahun. “Seni” barang barang ini dipertontonkan kepada publik setelah tahun 2000, dan tidak ada anak di bawah umur diizinkan untuk melihat item ini.
Jelaslah bahwa Pompeii adalah Sodom dan Gomora jilid dua, dan Pemusnahan Pompeii dari muka bumi oleh bencana yang demikian dahsyat ini tentunya bukan tanpa maksud. Kalau kota Sodom benar benar dihancurkan oleh Tuhan, kota pompei “diawetkan” oleh Tuhan agar kita bisa melihat, bagaimana kesudahan orang orang yang meyimpang dalam perilaku seks nya.
Kendatipun semua peringatan ini, tidak banyak yang berubah di wilayah di mana Pompeii dulunya pernah ada. Distrik-distrik Naples tempat segala kemaksiatan tersebar luas tidaklah jauh berbeda dengan distrik-distrik bejat di Pompeii. Pulau Capri adalah tempat di mana para kaum homoseksual dan nudis (orang-orang yang hidup telanjang tanpa busana) tinggal. Pulau Capri diiklankan sebagai “surga kaum homoseks” di industri wisata. Tidak hanya di pulau Capri dan di Italia, bahkan hampir di seantero dunia, kerusakan moral tengah terjadi dan sayangnya mereka tetap saja tidak mau mengambil pelajaran dari pengalaman pahit yang dialami kaum-kaum terdahulu.

Selasa, 07 April 2015

Untuk dapat hidup sehat sebenarnya tidaklah sulit. Namun, orang sering meremehkan pola hidup sehat dengan kebiasaan yang tidak sehat. Pola makan yang salah seperti mengkonsumsi alkohol, merokok dan tidak suka berolahraga membuat seseorang tak jarang kesehatannya terganggu. Memang tidak seketika itu juga akibat yang ditimbulkan, namun dalam jangka yang lama, perlahan namun pasti.
Untuk itu banyak mengkampanyekan pola hidup sehat. Pola hidup sehat seperti tidak mengkonsumsi alkohol dan tidak merokok. Selain itu juga olahraga yang teratur seperti jalan atau lari adalah olahraga yang paling murah yang tidak membutuhkan biaya. Pola makan seperti makan makanan yang kaya akan serat dan vitamin serta mineral juga sangat dianjurkan. Makanan yang kaya seratdan vitamin adalah sayuran hijau. Makanan yang kaya akan mineral antara lain ikan, daging, dan sayuran hijau. Namun sering kali manusia memandang sebelah mata keberadaan makanan yang sehat ini dengan mengganti dengan makanan siap saji yang sebenarknya tidak sehat.
Selain faktor makanan dan pola hidup yang baik, ternyata faktor tempat tinggal juga menjadi hal yang tidak bisa diremehkan. Tinggal di tempat yang sejuk, tanpa polusi udara denagan kerabat yang baik juga bisa menjadikan hidup menjadi lebih sehat.
Seperti yang dialsir oleh The Richest ,kota yang sehat harus memenuhi banyak ruang terbuka di mana orang dapat berolahraga dan menikmati udara segar. Selain itu harus ada tempat di mana orang bebas bisa bersosialisasi dan mengekspresikan ide-ide mereka tanpa takut penindasan. Hal ini seperti yang dinilai oleh Economist Intelligence Unit dan Gallup Poll.
Pertimbangan lain adalah ketersediaan fasilitas kesehatan dan kebugaran, program kesehatan yang sangat baik dan upaya tulus oleh pemerintah daerah untuk secara aktif mempromosikan kesehatan dan kesejahteraan di antara warganya. Berikut ini 10 kota yang paling sehat di dunia yang dikutip dari berjambang.blogspot.com
10. Zurich, Swiss
sehat10
Warga Zurich memiliki sikap kompetitif namun sehat ketika datang ke olahraga. Olahraga memainkan peran aktif dalam bagaimana mereka tetap fit dan dalam pola pikir masyarakatnya. Ada banyak jenis fasilitas olahraga untuk memilih dari dan banyak organisasi olahraga internasional juga memiliki markas utama mereka terletak di sana. Selain tubuh, pemerintah daerah Zurich juga memperhatikan budaya jiwa atau pikiran. Ada lebih dari sembilan museum di kota, termasuk Museum Nasional Swiss dan Museum Rietberg yang merupakan tempat pameran dari seluruh dunia. Kota ini juga memiliki tiga universitas terbesar di negara itu. Seperti Austria, Swiss juga merawat warga mereka ketika datang ke kesehatan, pemerintah Swiss menghabiskan lebih dari 11 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) untuk dana kesehatan umum.
9. Calgary, Kanada
sehat9
Lima tahun lalu majalah Forbes menyatakan kota ini di Alberta, Kanada kota terbersih di dunia. Ini mungkin tidak lagi memiliki catatan itu tetapi masih salah satu yang terbersih di dunia saat ini. Ada cara yang bagus untuk tetap fit sepanjang tahun. Di musim dingin, wisatawan dan penduduk dapat memilih untuk ski, snowboard atau luge, di musim panas orang dapat pergi bersepeda di jalan atau pergi ski air di Predator Bay Water Skiing club. Pegolf juga bisa mendapatkan pemandangan yang hijau di Calgary. Kota ini juga rumah bagi pusat-pusat seni dan budaya seperti Olympic Plaza di distrik seni, Public Library Calgary dan Alberta Ballet Center.
8. Helsinki, Finlandia
sehat8
Tahun lalu Helsinki terpilih sebagai Dunia Modal Desain karena untuk desain metropolitan dan arsitekturnya, tapi cukup mengheranan karena kota yang luas memiliki sangat sedikit mobil, begitu sedikit rasio tersebut telah diperkirakan hanya 390 per setiap 1.000 warga. Hasilnya? Polusi Sangat rendah dan gaya hidup jalan sehat. Orang yang hidup di kota ini memiliki harapan hidup dari hanya di bawah 80 tahun salah satu yang tertinggi di Eropa. Mereka juga memiliki salah satu tingkat mortalitas bayi terendah. Kota ini memiliki sekitar 200 surat kabar yang berbeda, lebih dari 300 majalah hobi, lebih dari 2.000 majalah profesional dan lebih dari 60 stasiun radio. Kota ini juga memilikiNasional Museum of Finlandia, Teater Nasional Finlandia dan tuan rumah Festival Helsinki tahunan.
7. Auckland, Selandia Baru
sehat7
Pria dan wanita di kota ini dapat berharap untuk hidup sampai 80 tahun. Ada rencana kesehatan yang besar, banyak hal yang sehat untuk melakukannya, dan sinar matahari, banyak sinar matahari. Sebuah sinar matahari lebih sepertiga daripada mereka yang tinggal di London bisa datang untuk mengharapkan setiap tahun. Olahraga air umum di kota, terutama berlayar. Diperkirakan satu dari setiap tiga Aucklanders memiliki perahu. Sebanyak ratusan yacht atau perahu layar dapat berkumpul di Viaduct Basin pada waktu tertentu, memberikan kota nama kota layar. Kota ini juga memiliki galeri seni Auckland dan host dua tahunan Festival Auckland yang menampilkan musik lokal dan internasional, tari, seni dan teater.
6. Minneapolis-St Paul, Amerika Serikat
sehat6
Orang-orang di kota ini di Minnesota mencintai ruang terbuka lebar. Menurut sebuah studi kota menghabiskan dua kali lipat pengeluaran biasa untuk taman dan sekarang mereka memiliki taman untuk segalanya, taman untuk bersepeda, taman untuk berjalan, bola taman dan taman untuk anjing. Mereka memiliki banyak lapangan golf untuk orang dewasa dan banyak bermain untuk anak-anak. Fasilitas ini diapresiasi oleh warga, menyebabkan penggunaan sepeda di kalangan penduduk, membuatnya menjadi salah satu negara di Amerika Serikat dengan polusi terendah. Kota ini juga memiliki tingkat keseluruhan aktivitas fisik tertinggi di kota AS. Kota ini memiliki banyak pasar petani di mana warga bisa mendapatkan produk segar. Hasilnya adalah insiden terendah secara keseluruhan penyakit jantung dan diabetes dibandingkan dengan kota-kota AS lainnya.
5. Sydney, Australia
sehat5
Diberkati dengan berlimpah taman dan cuaca yang bagus sepanjang sepanjang tahun, pemerintah Sydney telah melakukan dengan baik dalam membangun banyak taman dan jalan di mana orang bisa pergi keluar untuk berolahraga atau hanya menikmati udara segar. Begitu banyak sehingga menikmati alam adalah bagian dari kebanggaan dengan budaya Sydney. Ada juga banyak gyms kebugaran dan fasilitas olahraga, peninggalan dari kota tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2000, untuk memastikan populasi tetap fit dan sehat. Sydney juga peringkat tinggi dalam pendidikan dengan belajar tidak terbatas pada sekolah dan universitas tetapi sejumlah museum termasuk beberapa dirancang untuk anak-anak. Meskipun menyandang predikat kota berkembang, polusi di Sydney juga di antara terendah di dunia, berkat fokus mereka pada penggunaan sepeda dan penanaman dan pemeliharaan pohon konstan.
4. Stockholm, Swedia
sehat4
Stockholm adalah rumah bagi lebih dari seratus museum, salah satu konsentrasi tertinggi di dunia, menjadikannya tempat yang bagus untuk menghargai budaya dan seni. Museum ini termasuk Fotografiska, salah satu dunia tempat pertemuan terbesar untuk fotografi kontemporer, Museum Open-Air Skansen dan Gamla stan. Bukan hanya museum tapi salah satu yang tertua dan terbesar pusat kota abad pertengahan di benua itu. Para warga kota senang berjalan dan lebih memilih legging di atas transportasi bermotor setiap hari. Lokasi yang sangat jauh jika itu turun salju, atau jika ada sebuah danau beku, mereka akan mencoba untuk berjalan selama musim dingin dan bersepeda selama musim panas. Hasilnya adalah populasi yang sehat dan digunakan untuk aktivitas fisik dan lingkungan yang bebas dari polusi. Fakta bahwa mereka memiliki taman kota enam mil dalam kota. Pada tahun 2010 kota ini dianugerahi European Green Capital Award oleh Komisi Uni Eropa.
3. Copenhagen, Denmark
sehat3
Sama seperti warga Helsinki dan Stockholm, Copenhageners suka berjalan. Tempat untuk pejalan kaki menempati 80 persen dari seluruh lalu lintas di pusat kota Copenhagen. Mereka juga dapat bersepeda. Diperkirakan lebih dari sepertiga dari semua perjalanan kerja di Kopenhagen dilakukan pada sepeda. Bersepeda tidak hanya untuk penduduk setempat, wisatawan dianjurkan untuk bergabung dengan “free token bikes” dan ada lebih dari 300 km jalur sepeda yang ditunjuk di seluruh kota. Kota ini tidak memiliki cuaca sedang sepanjang tahun. Kota ini juga memiliki museum dan galeri seni untuk anak-anak dan orang dewasa. Kota ini memiliki Denmark Royal Academy of Fine Art dan Perpustakaan Kerajaan bertempat di sebuah bangunan yang disebut Black Diamond.
2. Tokyo, Jepang
sehat2
Mau ke mana saja dari mana saja di Tokyo, waktu tempuh satu jam pada rata-rata, dibandingkan dengan rata-rata empat jam di kota-kota besar lain di seluruh dunia. Hal ini karena kota ini memiliki salah satu sistem transportasi terbaik di dunia, juga sistem dengan salah satu emisi gas terendah. Meskipun apa yang telah dikatakan tentang Tokyo ada banyak dari ruang hijau terbuka masih tersedia di mana muda dan tua dapat meregang dan berolahraga. Lingkungan bersih dan rapi yang juga merupakan tempat yang baik untuk berkumpul warga. Ikatan keluarga juga kuat di antara orang Jepang, yang berarti bahkan sebagai anak dewasa atau anak perempuan yang tinggal sendiri masih sering kontak dengan orang tua dan kerabat. Ini menjamin unit keluarga besar yang siap untuk mengurus mereka sendiri ketika kebutuhan muncul. Untuk batas tertentu ikatan ini memperluas ke masyarakat setempat di mana mereka tinggal. Meskipun bersifat serius, masyarakat Jepang juga memiliki rasa humor sangat baik seperti yang ditunjukkan di komik, kartun, dan bahkan gameshowsTV mereka. Harapan hidup Jepang tetap yang tertinggi di dunia pada 85,9 tahun untuk wanita dan 79,4 tahun untuk pria.
1. Hong Kong
sehat1
Karena harga tanah di Hong Kong yang mahal, Hong Kongers tidak memiliki banyak ruang untuk pergi berkeliling di kota, namun pulau itu sendiri dikelilingi oleh pegunungan, laut dan pulau-pulau lainnya yang membuat lokasi yang baik untuk kegiatan rekreasi. Kedekatannya dengan laut juga menjamin mereka mendapatkan makanan laut segar setiap hari. Digunakan untuk tinggal dalam jarak dekat, Hong Kongers sering bersosialisasi dengan keluarga dan tetangga mereka, obligasi dekat di masyarakat yang tidak biasa bahkan dalam laba-driven metropolis. Kota ini juga memiliki sejumlah besar dokter terbaik, mendekati 13.000 pada akhir 2011. Banyak dari mereka berlatih Pengobatan Tradisional Cina yang tidak hanya berfokus pada penyakit, tetapi mengambil pendekatan holistik dan menangani apa praktik yang menyebabkan penyakit dan bagaimana hal itu dapat dicegah atau dihindari. Selain advokasi obat tradisional, banyak dokter di sini juga mendorong manfaat dari Tai-Chi dimana tua dan muda berlatih dengan anggunnya di alun-alun umum di kota. Harapan hidup juga salah satu yang tertinggi di dunia pada 82,5 tahun.

Rockall adalah pulau batu tak berpenghuni yang sangat kecil dan biasa-biasa saja dan terletak sekitar 480 km di lepas pantai barat daratan Skotlandia. Dengan lebar lebih dari 25 meter dan tinggi 21 meter, pulau yang sebenarnya adalah plug vulkanik punah ini tampaknya tidak memiliki fitur yang menonjol.
Namun, seperti yang dikutip dari versesofuniverse.blogspot.com, pulau kecil ini menjadi perselisihan internasional selama lebih dari setengah abad. Empat negara – Inggris, Irlandia, Islandia, dan Denmark, semuanya mngklaim pulau ini adalah milik mereka. Mengapa negara-negara ini begitu tertarik pada sepotong batu di antah berantah ini? Jawabannya terletak pada banyaknya ikan di area sekitarnya dan cadangan minyak serta gas yang besar yang tersembunyi di dasar laut sekitarnya.
Rockall adalah piramida granit vulkanik yang muncul dipermukaan Atlantik seperti sirip hiu raksasa. Laut di sini sangat menggelora, sehingga hampir tidak mungkin untuk menentukan tinggi pulau kecil ini secara akurat. Perkiraan tingginya sekitar antara 20 dan 30 meter di atas permukaan laut. Penghuni permanen pulau kecil ini adalah periwinkles (semacam siput) dan moluska laut lainnya. Sejumlah kecil burung laut menggunakan batu untuk beristirahat di musim panas atau kadang-kadang untuk berkembang biak jika musim panas tenang tanpa gelombang badai yang menghantam pulau ini.


Meskipun ada referensi tertulis mengenai pulau kecil ini setidaknya sejak abad ke-16, namun pendaratan pertama yang diketahui pada Rockall tidak terjadi sampai awal abad ke-19. Mereka yang bertanggung jawab untuk melaksanakannya adalah awak HMS Endymion pada tahun 1811. Tidak lama setelah kunjungan Endymion, posisi yang tepat dari Rockall telah dimasukkan ke dalam peta/atlas, namun hal itu tidak mencegah kapal bernama SS Norge dari kandas disana pada tahun 1904, yang menyebabkan hilangnya 635 nyawa , bencana terbesar di pulau kecil itu.
Kemudian, pada tanggal 21 September 1955, sebuah helikopter Angkatan Laut mendarat di Rockall dan menurunkan tiga tentara dan seorang ilmuwan, yang kemudian mengibarkan bendera Inggris dan menaruh plat semen yang menyatakan bahwa pulau kecil itu adalah milik Ratu Elizabeth II. Dan pada tahun 1972, Undang-undang inggris yang disahkan oleh parlemen, secara resmi menyatakan bahwa pulau Rockall adalah bagian dari Britania Raya. Tapi klaim tersebut tidak diakui oleh negara lain.
Ambisi kekaisaran Inggris mengklaim pulau kecil itu mengalami kemunduran karena Inggris meratifikasi Hukum Laut Internasional pada tahun 1982, yang menyatakan : “Pulau yang tidak dapat mendukung penghunian oleh manusia atau kehidupan ekonomi secara mandiri, tidak memiliki zona ekonomi eksklusif atau landas kontinen”.


Untuk membuktikan Rockall dapat mendukung hunian, dan karena Rockall adalah bagian kedaulatan wilayah Inggris, maka mantan tentara SAS Tom McClean tinggal di batu tandus itu selama 40 hari pada tahun 1985. Rekor ini dipecahkan pada tahun 1997, Ketika para aktivis Greenpeace mendarat di Rockall dan menghabiskan 42 hari di atasnya sebagai aksi publisitas. Mereka mengklaim Rockall sebagai negara mikro tersendiri dan menamainya Waveland. Mereka bahkan menghapus plat semen yang dibuat tahun 1955, yang menyatakan klaim Inggris pada pulau itu.


Aktivis Greenpeace memproklamirkan Waveland (Rockall) sebagai negara sendiri
Klaim Inggris untuk pulau itu tidak diterima oleh masarakat Irlandia, dan ini menginspirasi grup musik Irlandia Wolfe Tones untuk menulis lagu patriotik berjudul “Rock On Rockall” yang liriknya:
Oh rock on Rockall, you’ll never fall to Britain’s greedy hands
Or you’ll meet the same resistance that you did in many lands
May the seagulls rise and pluck your eyes and the water crush your shell,
And the natural gas will burn your ass and blow you all to hell
1. Plitvice Lakes National Park, Kroasia

Plitvice Lakes National Park disebut-sebut sebagai komplek air terjun terindah di dunia. Betapa tidak, ada 16 buah danau yang airnya mengalir dari satu permukaan ke permukaan lain. Danau-danau ini juga terkenal sangat jernih. Warna turqoise, hijau, biru, dan abu-abu mendominasi danau tersebut. Meski begitu, Anda tidak boleh berenang di air terjun ini untuk menjaga kelestariannya. Selengkapnya baca disini

2. Shirakami-Sanchi (Jepang)

Shirakami-Sanchi yang terletak di utara Kota Honshu adalah hutan pohon Siebold’s Beech alias Japanese Beech yang terbesar di Jepang. Siebold’s Beech punya nama latin Fagus crenata, yang merupakan salah satu pohon paling dominan yang tumbuh di Negeri Matahari Terbit tersebut.
Shirakami-Sanchi adalah hutan Siebold’s Beech terbesar di Asia Timur. Hutan ini masih sangat jarang dikunjungi wisatawan karena sulitnya perizinan masuk. Namun pemandangannya sangat indah!

3. Lakes of Ounianga (Chad)

Mirip dengan Plitvice National Park, Lakes of Ounianga punya belasan danau dalam satu kawasan. Ada 18 danau yang terhubung satu sama lain, di tengah gurun pasir Chad. Pohon palem tumbuh subur di sekitar danau berwarna biru jernih ini. Tampak seperti oasis di tengah gurun pasir! Selengkapnya baca disini

4. Socotra (Yaman)

Beberapa negara di dunia punya tanaman khas yang mirip seperti di dunia alien. Socotra di Yaman adalah tempat traveler melihat Dragon Blood Tree, yang tampak seperti kaki gajah dengan bunga berwarna pink di bagian atasnya.
Karena jumlahnya yang sedikit, tanaman langka ini sangat dilindungi. Di sekitar Socotra juga terdapat deretan pantai perawan dengan pasir putih nan cantik. Selengkapnya baca disini

5. Reunion Island, Prancis

Prancis tak melulu soal Paris, atau Menara Eiffel yang jadi ikonnya. Reunion Island adalah situs UNESCO yang masih jarang didatangi wisatawan. Pulau ini diisi 2 gunung berapi yang masih mengeluarkan lahar.
Dua gunung tersebut adalah Piton de Neiges dan Piton de la Fournaise. Selain trekking, cara terbaik menikmati panorama lahar panas adalah dengan tur helikopter.

6. Jiuzhaigou, Tiongkok

Dalam bahasa Tionghoa, Jiuzhaigou berarti ‘lembah dari 9 desa’. Taman nasional ini punya beberapa danau dan air terjun yang luar biasa cantik. Danaunya bahkan disebut-sebut sebagai yang paling biru di dunia. Jiuzhaigou juga menjadi habitat asli panda, snow leopard, juga burung hantu endemik yang hidup di hutan lebatnya. Selengkapnya baca disini dan disini

7. Te Wahipounamu, Selandia Baru

Te Wahipounamu yang terletak di South Island, Selandia Baru, mencakup 4 wilayah Taman Nasional. Tak heran, hampir semua ‘keajaiban alam’ bisa ditemukan di sini. Traveler bisa melihat Mount Cook, gunung tertinggi Selandia Baru dengan ketinggian 3.755 mdpl. Ada pula gletser terbesar, hutan tertinggi, pesisir paling terpencil, juga fjord dan danau terdalam di Selandia Baru.

8. Skocjan Caves, Slovenia

Skocjan Caves di Skocjan, Slovenia, adalah salah satu gua terbesar sedunia. Luas totalnya mencapai 45.000 hektar, dan menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1986. Selain ruangan-ruangan raksasa di bawah tanah, di dalam Skocjan Caves mengalir sungai yakni Reka River dan danau yang disebut Dead Lake.
Skocjan Caves juga disebut-sebut sebagai salah satu gua tertua di dunia. Wisatawan bisa mengikuti tur lengkap dengan pemandu, dengan harga mulai dari 15 Euro (Rp 233.000) untuk dewasa dan 7 Euro (Rp 108.000) untuk anak-anak.
1. Mustique

Pulau ini merupakan pulau eksklusif yang terletak di Karibia. Tidak sembarang pengunjung yang bisa masuk ke pulau ini, hanya mereka yang kaya, terkenal, dan memiliki royalti yang dapat berlibur di dalamnya. Bagi mereka yang tidak memasuki kriteria, akan terasa berat untuk tinggal di tempat ini karena harga penyewaan rumahnya yang begitu mahal. Mick Jagger, Tommy Hilfiger, dan Bryan Adams pernah berlibur di tempat ini.

2. Fernando De Noronha

Pulau di Brazil ini menawarkan pantai terbaik di negara tersebut. Sumberdaya laut yang dilindunginya membuat siapa saja yang hobi snorkling di pulau ini dapat merasakan keindahan bawah laut. Selain itu, wisatawan yang ingin berkunjung dibatasi hanya sekitar 420 orang dalam satu waktu dengan harga yang cukup menguras dompet.

3. Palm Jumeirah

Pulau baru yang terletak di Dubai ini dihiasi dengan pasir, bebatuan, dan pohon palem yang indah. Beberapa hotel masih dalam proses pembangunan. Selengkapnya baca disini

4. Pulau Sentinel Utara

Pulau ini terletak di Teluk Benggala dengan pantai yang berwarna biru langit dan terumbu karang yang sangat indah. Selama 60.000 tahun, penduduk pemburu dan pengumpul di pulau ini menolak adanya hubungan dengan penduduk luar. Mereka mengusir pemerintah, peneliti, dan sutradara film dengan busur, panah, dan tombak. Hal ini yang membuat pulau tersebut menjadi sulit untuk dikunjungi. Selengkapnya baca disini

5. Pulau Pitcairn

Pulau yang terletak di Pasifik Selatan ini merupakan salah satu pulau terpencil dimana penduduknya keturunan sekelompok pemberontak Inggris dan pecinta Tahitian mereka. Bandara terdekat berjarak 330 Mi atau sekitar 531 Km di pulau Mangareva. Dari sana dibutuhkan waktu sekitar tiga hari menempuh laut untuk sampai di pulau terpencil ini.

6. Utila

Pulau kecil di Honduras ini memiliki 12 tempat untuk diving dan tempat para backpacker. Bagi para pecinta diving tempat ini sangat cocok untuk dikunjungi.

7. Palmyra Atoll

Salah satu pulau di Samudera Pasifik ini kerap menjadi pusat penelitian. Pengunjung yang datang biasanya adalah relawan, peneliti, mahasiswa, dan donatur. Namun, pengunjung yang ingin masuk ke pulau ini juga masih dibatasi.

8. Gavdos

Pulau Gavdos ini terletak di Yunani dengan kurang dari 50 penduduk. Pulai ini terletak jauh dari jalan dan hanya dapat dijangkau dengan kapal feri.

Unordered List

Sample Text

Connect With Us

Instructions

Subscribe Here

BTricks

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Recent

Flickr

Pages

Recomended

Diberdayakan oleh Blogger.

Social Icons

Followers

Featured Posts

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget